GAZA - Bukti-bukti kejahatan perang yang dilakukan Israel selama
membantai di Jalur Gaza terus terkumpul. Yang terbaru, berupa rekaman
video buatan Fida Qishta dari Pergerakan Solidaritas Internasional yang
dilansir harian Inggris The Guardian kemarin (17/1) tentang penggunaan bom terlarang bermisil fosfor alias belerang.
Senjata
itu digunakan Israel untuk membombardir permukiman sipil di Khan Younis
pada Selasa lalu (13/1). Dokter yang merawat korban dan sejumlah saksi
membenarkan tentang hal itu.
Ahmed Almi, dokter
asal Mesir yang bertugas di Al-Nasser Hospital di Khan Younis
mengatakan, akibat bom fosfor terlihat jelas di tubuh korban. Di
antaranya, luka hangus hingga ke tulang. Dia menambahkan, bila terkena
senjata itu, seluruh tubuh korban bisa hangus terbakar hanya dalam satu
jam.
"Ini pertama saya melihat dampak buruk senjata kimia itu,'' katanya.
Efek
lain, para korban yang tergeletak di Rumah Sakit Al-Nasser kini
mengalami gangguan pernapasan akut. Ketika bom atau selongsong fosfor
menyalak di udara, asap putih langsung menyebar. Lalu, perlahan-lahan
turun bersamaan dengan menyebarnya partikel fosfat yang terkandung di
dalamnya.
Bila tersentuh pada kulit, partikel
fosfat akan menyebabkan luka bakar yang luar biasa. Asap mengandung
racun fosfat itu juga menyebabkan radang pernapasan. Hujan partikel
kimia akibat bom fosfor itu bisa mencakup areal seluas lapangan sepak
bola.
"Selasa lalu Israel menembakkan bom fosfor
ke arah warga (Khan Younis). Tentu saja mereka itu warga sipil,'' kata
seorang sumber perempuan mengutarakan kesaksiaannya.
Israel
menyangkal menggunakan senjata terlarang itu. Mereka berargumen tak
mungkin mengunakannya karena telah menandatangani konvensi ketiga PBB.
Konvensi itu berisi tentang pelarangan penggunaan bom fosfor.
Namun,
bukti-bukti di lapangan berkata lain. Dari hasil analisis foto ledakan,
para ahli mengatakan, hanya dengan melihat asap, sudah bisa dipatikan
bahwa itu asap bom fosfor.
"Jelas sekali, sudah
pasti itu (senjata fosfor),'' kata Marc Garlasco, seorang analis
militer pada organisasi kemanusiaan yang mengaku sangat geram dengan
tindakan Israel.
Kemarin (17/1) daftar kejahatan
perang Israel bertambah. Dua bocah tewas diberondong peluru serdadu
Israel, 14 warga lainnya luka-luka. Padahal, mereka tengah berlindung
di kawasan netral, sekolah PBB. (ape/ttg)
Sumber : Jawapo
kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF
| Keranjang Belanja Anda Masih Kosong |