Kegiatan belajar-mengajar (KBM) SMKN 4 Jember kemarin terpaksa
dihentikan. Gara-garanya, para guru sibuk menenangkan 20 siswanya yang
kesurupan. Kejadian ini bermula dari seorang siswi bernama Ganesti yang
tiba-tiba menjerit histeris tanpa sebab. Selanjutnya, siswi bertubuh
mungil itu keluar ruangan dan menari-nari di halaman tengah sekolah.
Sambil
membawa selendang warna biru, yang entah diperoleh dari mana, Ganesti
semakin larut dalam tariannya. Bersamaan dengan itu, beberapa siswa
lain yang kebanyakan perempuan, turut histeris dan berteriak-teriak
tanpa sebab. Bahkan ada siswa yang berlari sambil mengelilingi sekolah.
Sebagian lagi terus berteriak dan memberontak saat ditenangkan oleh
guru maupun siswa.
Berbagai upaya menyadarkan siswa dilakukan.
Salah satunya dengan lafalan doa-doa yang dibacakan salah seorang guru
SMKN 4 Jember. Dengan menggunakan pengeras suara, lantunan doa ayat
kursi menggema di seluruh sekolah.
Mendengar lantunan doa-doa
itu, bukannya siswa tersadar dari histeria masal. Malah tangis siswa
menjadi-jadi dan semakin histeris. Tak pelak, suasana sekolah mencekam.
Ratusan siswa lainnya hanya bisa bengong menyaksikan teman-teman mereka yang histeris.
Ada
juga siswa yang ikut membantu menenangkan. Tapi upaya itu sia-sia.
Malah, sebagian siswa yang lain terlihat menangis saat menyaksikan
teman-teman mereka merancu tidak karuan. Karena suasana semakin tidak
terkendali, akhirnya pihak sekolah memutuskan memanggil aparat
kepolisian untuk membantu menjaga keamanan.
Begitu polisi
datang, sekolah langsung diisolasi dari warga yang ingin melihat
peristiwa itu. Para polisi juga berusaha menenangkan siswa yang masih
menjerit dan berteriak. Bahkan ada yang berusaha memukul rekan-rekannya
yang lain. "Awalnya memang satu anak, ya Ganesti itu," terang Wakasek
Kesiswaan SMKN 4 Jember Arifin Suyono.
Lama-kelamaan menular ke
beberapa siswi dan seorang siswa, hingga jumlah siswa yang kesurupan
mencapai 20 orang. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 10.00 pada saat
pelajaran sekolah. "Kami sendiri tidak tahu bagaimana menanganinya.
Karena mereka histeris bersamaan," sambungnya.
Sampai sekitar
satu jam, suasana mencekam masih terasa di sekolah yang beralamat di
Jalan Kartini itu. Bahkan, Ganesti yang sempat tenang, kembali
kesurupan dan bertingkah aneh. Sambil membawa selendang birunya, dia
mulai bermain di halaman sekolah.
Menyaksikan tingkah aneh
siswanya, guru yang mendampinginya hanya bisa mengawasi dari dekat,
tanpa bisa mencegah. Para siswa yang mengalami histeria ini, semakin
menjadi saat ada beberapa wartawan yang meliput.
Salah seorang
wartawan bahkan sempat disemprot karena mengambil gambar. Tak mau
kondisi semakin tak terkendali, pihak sekolah akhirnya memutuskan
memulangkan siswa yang tidak mengalami histeria.
Sedangkan siswa
yang mengalami histeria tetap berada di sekolah. "Akan kami pulangkan
kalau mereka sudah tenang. Saat ini, kami sedang mengupayakan kiai atau
ustad dan psikolog untuk datang," sambungnya.
Salah seorang
siswa SMKN 4 Jember mengatakan, kejadian ini sebenarnya sudah pernah
terjadi sebelumnya. Seminggu yang lalu, ada siswa yang mengalami
histeria saat upacara bendera. Selanjutnya, Senin kemarin (9/02), juga
ada siswi bernama Zulfa Windiana mengalami histeria.
Namun salah
seorang guru justru menganggap Zulfa berpura-pura dan menempelengnya.
Tindak kekerasan ini akhirnya sampai ke Polsek Patrang karena ibu Zulfa
malah mengadukan aksi kekerasan yang menimpa anaknya. Sampai saat ini,
kasus tersebut masih ditangani pihak kepolisian.
Sementara itu,
rencananya hari ini pihak sekolah akan melakukan doa bersama dan
istighotsah. Doa bersama itu dimaksudkan agar kejadian tersebut tidak
terulang, karena para siswa masih harus berkonsentrasi menjelang Unas
2009. (lie/hdi)
Sumber : radarjember
kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF
| Keranjang Belanja Anda Masih Kosong |